Asal Mula Sarden Kaleng Yang Kita Kenal

Sarden adalah jenis ikan laut yang merupakan ikan berminyak yang berukuran relative kecil. Istilah nama sarden diambil dari nama pulau di Mediterania, yaitu pulau Sardinia, di sana ikan sarden pernah terdapat dalam jumlah yang besar.

Ikan sarden di berbagai negara, diperjual belikan dalam bentuk kemasan kaleng. Di pabrik pengalengan ikan, ikan sarden yang telah ditangkap nelayan, dicuci di pabrik, kemudian kepalanya dibuang. Ikan dimasak dengan minyak panas maupun dipanaskan di dalam kaleng dengan uap panas. Setelah itu, ikan yang telah berada di dalam kaleng direndam dalam campuran minyak yang mengandung bumbu.

Sarden kaleng jadi makanan andalan orang Indonesia untuk memasak dalam waktu yang singkat dan praktis. Ada berbagai varian rasa dan ukuran sarden yang bisa ditemui mulai dari pasar, warung sekitar, hingga pusat perbelanjaan.

Sejarah Sarden Kaleng Tercipta
Pada tahun 1700-an, pemerintah Prancis saat itu membutuhkan solusi untuk mengawetkan makanan tapa merubah nutrisi dari makanan tersebut. Karena saat itu merupakan masa perang dan militer sehingga orang membutuhkan nutrisi yang lebih baik untuk menjaga stamina mereka. Saat itu pemerintah Prancis menawarkan hadih 12.000 Franc atau setara Rp. 31.000.000 ke pada siapa saja yang dapat menciptakan metode pengawetan makanan yang lebih baik.

Pada saat itu ada seseorang bernama Nicola Appert yang dikenal sebagai Bapak Pengalengan. Ia adalah seorang juru masak professional yang pindah dari Champagne ke Paris untuk membuka toko penganan manis yaitu permen dalam gula yang menjadi kegemarannya. Ia menemukan cara untuk mengawetkan sirup, selai, jus, sup, produk susu, dan sayuran, tanpa merusak rasa dan tekstur yang ada. Setelah ia membagikan cara mengawetkan makanan, pemerintah Perancis menghadiahinya uang dan buku masak pertama di dunia dalam metode pengawetan makanan modern.

Para nelayan bisa suka menggoreng ikan sarden dan mengawetkannya dalam toples tanah liat di Breton (Brittany), Pantai Utara Prancis. Salah satu nelayan teman Appert, menggunakan metode pengalengan Appert untuk membuat sarden kaleng seperti yang kita kenal sekarang.